Bandar Lampung

  Perched on the hills overlooking Lampung Bay, Bandarlampung is the capital and largest city of Lampung, the southern-most province on the island of Sumatra. The city acts as an inter-island hub and main gateway to Sumatra from Java. As the fourth largest city in Sumatra, Bandarlampung plays See more details

Way Kambas

  Located at the southern tip of Sumatra, 110 km from Bandarlampung, the Way Kambas National Park (WKNP) is one of the oldest reserves in Indonesia.  It occupies 1,300 sq km of coastal lowland forest around the Way Kambas River on the east coast of the province of Lampung. WKNP is closely asso See more details

Marine Adventure in the Java Sea

Travelers to Central Java do not need to go far to enjoy marine life, above and below the sea. The Karimunjawa archipelago, located in the Java Sea, north of the capital city of Semarang, has everything to offer divers and backpackers who enjoy trekking and snorkeling along a pristine beach. The See more details

Krakatau Islands Nature Reserve

In the afternoon of 26th August 1883 Mt. Krakatau suddenly erupted with such cataclysmic force that its boom could be heard in Burma to far away Australia. The next day, massive volcanic materials blasted so high causing a gaping gash in its crater and the mountain imploded and sank. The boili See more details

SAWAHLUNTO: Historic Coal Mining Town

After an hour’s drive from the city of Padang to its northeastern outskirts, the road splits. Lake Singkarak lies to the left and Sawahlunto to the right, some 95 kilometers from Padang. Sawahlunto is known as the town of the ‘black pearl’ harking back to the once-abundant coal which was t See more details

The HARAU VALLEY

  A relaxing one-hour drive from the bustling market of Bukittinggi in the province of West Sumatra lies the beautiful Harau Valley, – or sometimes called the Arau valley - where lush green ricefields are hemmed in between huge granite cliffs. Here dozens of waterfalls tumble down from 80 to See more details

Belitung: The Island beyond the Rainbow

Off the eastern coast of Sumatra, flanked by the Gaspar and Karimata Straits, lies an enchanting island with beautiful beaches and fascinating scenery called:  Belitung Island. Its unique landscape, decorated with pearly white sand beaches, crystal clear water, and magnificent granite stone f See more details

30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia

30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia - 5.0 out of 5 based on 1 vote

Rendang PadangSiapa pun mengakui bahwa kuliner di Indonesia sangat banyak ragamnya, mulai dari aneka racikan nasi, yang menjadi makanan wajib orang Indonesia, ragam kue, sayur dan lauk pauk, hingga aneka minuman.

Dengan banyaknya jenis kuliner tersebut, industri kuliner menjadi salah satu industri yang berkembang saat ini, seiring dengan berkembangnya pariwisata dalam negeri.

"Ditetapkannya kuliner menjadi subsektor industri kreatif yang bisa jadi kebanggaan di luar negeri. Dalam hal ini, kuliner menjadi menjadi wisata minat khusus," ungkap Dirjen Pengembangan Destinasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Firmansyah Rachim, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Jumat (14/12/2012).

Banyaknya ragam kuliner Indonesia mengakibatkan sulitnya mendefinisikan mana yang termasuk makanan khas Indonesia. Karena itu perlu ditetapkan jenis makanan tradisional yang dapat menjadi ikon, mewakili kuliner Indonesia di event nasional dan internasional.

Menurut Firmansyah, terdapat 70 jenis calon ikon kuliner tradisional Indonesia, yang kemudian dikerucutkan menjadi 30 ikon kuliner tradisional Indonesia. Kuliner tersebut terdiri dari kuliner pusaka, tradisi dan unggulan, mulai dari makanan pembuka, hingga penutup.

Landasan pemilihan 30 ikon  kuliner tradisional  Indonesia tersebut, ungkap Firmansyah, berdasarkan beberapa kriteria. Pertama, bahan baku harus mudah diperoleh, baik di dalam maupun luar negeri, yang kedua kuliner tersebut telah dikenal oleh masyarakat luas, serta ada pelaku profesional praktisi kuliner tersebut.

Tiga puluh ikon kuliner tradisional Indonesia, yang diseleksi oleh Kelompok Kerja buatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang terdiri dari para praktisi dan pakar kuliner, yaitu Ayam Panggang Bumbu Rujak Yogyakarta, Gado-gado Jakarta, Nasi Goreng Kampung, Serabi Bandung, Sarikayo Minangkabau, Es Dawet Ayu Banjarnegara, Urap Sayuran Jogjakarta, Sayur Nangka Kapau, Lunpia Semarang, Nagasari Jogjakarta, Kue Lumpur Jakarta, Soto Ayam Lamongan, Rawon Surabaya, Asinan Jakarta, Sate Ayam Madura.

Berikutnya Sate Maranggi Purwakarta, Klappertaart Manado, Tahu Telur Surabaya, Sate Lilit Bali, Rendang Padang, Orak-arik Buncis Solo, Pindang Patin Palembang, Asam Padeh Tongkol Padang, Nasi Liwet Solo, Es Bir Pletok Jakarta, Kolak Pisang Ubi Bandung, Ayam Goreng Lengkuas Bandung, Laksa Bogor, Kunyit Asam Solo, serta Nasi Tumpeng. Ke-30 ikon kuliner ini ditetapkan sebagai ikon kuliner tradisional Indonesia di dalam maupun luar negeri.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengharapkan dari ke-30 ikon kuliner tradisional Indonesia ini, akan akan disajikan berbentuk menu, mulai dari makan pembuka hingga minuman.

"Pemilihan kuliner tradisional tak berhenti pada 30 ini. Kita mulai dari 30 ini selanjutnya kita implementasi, kenapa kita memilih kuliner tersebut, dengan cerita yang ada di balik kuliner. Nantinya setiap destinasi wisata harus punya ikon dan kuliner unggulan. Karena kuliner adalah bagian dari tourism," ujar Mari.

"Ditetapkannya 30 ikon kuliner tradisional Indonesia, diharapkan menjadi makanan yang wajib dimasak pada setiap event nasional atau internasional di Istana Negara," tambah Firmansyah.


 

News Letter

Enter your email address to subscribe to our mailing list:

We take your privacy very seriously. We will never share your contact information.